Dia cukup menganggu (hatiku), tapi dia (bisa jadi) bukan untukku.

Keraguan part kesekian (terkait ikhtiar bertemu jodoh).

Kamu tipe perempuan blak-blakan? kalau suka ya suka, enggak yaa enggak. (Ini posisinya jelas mau ke arah menikah ya, bukan pacaran).

Kalau iya? tulisan ini bisa jadi relate untukmu.

Ikhtiar wanita itu ya, memperbaiki diri. Kalau mau duluan mengungkapkan (barangkali sudah menganggu rutinitas harian, dan ada kecenderungan suka) konsekuensinya ditolak dengan berbagai alasan. "Belum siap lah? bingung lah?" kalau jawabannya seperti ini jangan dilanjutkan. Kenapa? kamu punya harga diri, harga diri=kehormatan.

Jangan lupa libatkan Allaah dalam setiap proses.

Setelah itu move up, bukan cari target baru (jangan, karena ini membuang waktu) tapi lebih ke memanfaatkan waktu memperbaiki diri lagi. Karena (si dia tak mau) berarti dia bukan yang terbaik untukmu, buktinya dia tidak memiliki getaran hati yang sama & kalaupun ada tidak ada effort.

Kalau kamu ada yang memperjuangkan, lalu dia datang padamu dengan niat baik tapi hatimu masih belum sembuh di orang lama? saranku jangan diterima. Getaran itu Allah hadirkan (karunia cinta-Nya) berdasarkan hasil skrining kamu dibantu petunjuk-Nya.

Ragu? tinggalkan

Yakin? usahakan

Gagal? evaluasi

Capek? istirahat

Terluka? serahkan pada Allaah.

Kasus berbeda, jika yang kamu suka telah Allah panggil, kembali pada-Nya & kamu terlanjur menjatuhkan pilihan padanya (sulit melupakannya), nikmati proses itu, nikmati karunia Allah mengarahkan hatimu pada dia yang telah pergi. Pelan-pelan sembuh, dengan menyibukkan diri pada rutinitas harian. Tapi rasa apapun yang hadir: kenali, terima & hargai. Sembuh bersama Al-Qur'an & Allaah. Yuk bisa yuk. Semangat! (nyemangati  diri).

#Selfreminder #CeritaGenZ

Komentar

Postingan Populer