Yaa Allaah, Aku Lelah Sekali (OBAT PART-3)
Tulisan ini resmi untuk diri & siapapun yang merasakan hal yang sama. Semoga membantu kita semua lebih dekat pada Rabb. Aamiin.
Dikejar sesuatu yang tak nampak "diakui orang?" padahal realitanya pengakuan orang itu racun.
Pengakuan orang akan membuat kita "sombong" merasa lebih baik, memang begitu aturan mainnya. Akhirnya nilai nurani terkikis, lama-lama simpati & empati juga luntur. Dunia semu & fana, termasuk manusia di dalamnya. Semua akan kembali pada Pemilik Sesungguhnya. Rabb Semesta Alam.
Berdasarkan ceritaku, si GenZ yang sedang belajar dewasa & menemukan makna hidup lebih dalam. Kelelahan timbul karena kita terlalu mengejar Dunia (penilaian manusia & segala perintilan yang memaksa kita bernilai dihadapan orang lain).
Padahal, perkataan orang harusnya tidak berpengaruh bagi muslim yang kokoh, entah pujian, cacian harusnya tidak menggoyahkan keyakinan kita akan datangnya pertolongan Allaah. Dianggap remeh? tidak perlu banyak cara membuktikan, cukup tunjukkan dengan akhlak dan pengetahuan luhur.
Dianggap cari perhatian? yaa memang kita sedang cari Ridha-Nya, dan itu cukup kamu simpan dihati. Perbedaan, gesekan itu wajar dalam sebuah kelompok, tapi jangan diperbesar, fokus pada persatuan & solusi mengurangi ketegangan berdasarkan dalil (ilmu, data, fakta & pemikiran kritis yang lahir dari nurani kebaikan).
Belajar mengurangi berburuk sangka, bergosip ria, apalagi mulut berkata kotor & dusta. Semua anggota badan akan dihisab. Malu dihadapan Allaah.
Sahabat, sehat selalu ya, do'aku menyertaimu. Semangat meraih ridha-Nya.
Salam sehat, salam cinta.
Sahabat terbaikmu.
Puput Putuhah Lailatul Qodar
Komentar
Posting Komentar