RAK BUKU USANG "implementasi lebih penting, guru & murid sama-sama belajar".
"Sudut itu mengajak berjumpa, dia melambai-lambai minta ditemui meski 5 menit saja" pikiran merayu, alam bawah sadar pergi kesana, melihat cover saja semua tentang perjuangan itu terasa hadir & nyata. Astagfirullaah ternyata dosaku menumpuk disini, ilmu mengendap berteriak "manfaatkan aku, tolong".
Perempuan mengerti batasan belajar menerima, meski baik kita harus paham mana yg lebih baik. Taat adalah kunci ketenangan, landasan & pondasi dalil perlahan diamalkan. Bicara didepan umum menyeramkan untuk beberapa orang, bukan pecundang pilihan tidak membawa dia pada titik itu.
Mengurangi interaksi ternyata bentuk perlindungan di era digital nama bisa berubah jadi mayat hidup. Kosong. "Hi buku terima kasih catatan ini meski belum sampai pada cita itu, aku yakin suatu saat ada kesempatan". Tentang melanjutkan pendidikan, ternyata belajar tidak perlu "ruang saja" kemauan, ketekunan & sadar bodoh adalah modal, penuntut ilmu haus ilmu, daya pikir ada batasan tapi ilmu menaunginya. Sekian.
Komentar
Posting Komentar